- Home
- Laut dan Ikan
Sate Bandeng Kang Cepi, Olahan Khas Kota Serang
AGROMILENIAL.COM, Jakarta --- Ikan bandeng atau fish milk hampir bisa dipastikan sudah banyak dikenal masyarakat luas. Olahan bandeng seperti bandeng presto ataupun bandeng tanpa duri, barangkali juga sudah dikenal masyarakat. Namun, tahukah Anda, bandeng pun bisa dijadikan sate. Rasanya juga tak kalah lezat dengan sate ayam, sate kambing ataupun sate sapi. Kuliner berupa sate bandeng bisa ditemukan di Kota Serang, Provinsi Banten. Layaknya sate pada umumnya, olahan sate bandeng tersebut disajikan dengan cara dibakar.
Owner Sate Bandeng Kang Cepi, Cepi Awaludin mengaku, sate bandeng merupakan olahan khas Kota Serang, Provinsi Banten yang resepnya turun-temurun dari leluhur. Sate bandeng dengan brand Sate Bandeng Kang Cepi yang dikembangkan sejak tahun 2002 silam. Sate Bandeng Kang Cepi ini dibanrol dengan harga Rp 42.000 per buah.
Menurutnya, produksi sempat melejit hingga 19 - 50 kg/hari. “ Namun, pasca covid 19, produksinya rata-rata 30-35 kg/hari,” ujar Cepi, di Jakarta, belum lama ini
Sate bandeng ini bisa dimanfaatkan sebagai lauk yang rasanya sangat enak. Boleh pakai sayur atau soto, bahkan bisa langsung dikonsumsi dengan nasi hangat. Sate bandneg tersebut selain dijual di sejumlah toko oleh-oleh, juga bisa didapatkan melalui e-commerce seperti shopee, go food, grab food, IG, gogle dan sejumkah platform digital lainnya. Sehingga, penjualan sata bandeng tak hanya terbatas di Serang dan sekitaranya, tapi sudah meluas sampai ke Kendari, Makassar dan sejumlah kota-kota lainnya di tanah air.
Meski bisa dikirim langsung melalui paket, apabila ada konsumen yang memesan sata bendeng, ia akan bertanya terlebih dahulu, keperluannya untuk apa. Hal ini dilakukan untuk antisipasi agar sate bandeng yang dikirim ke konsumen tak terlambat sampai ke tujuan.
Cepi mengatakan, yang pesan melalui e-commerce relatif banyak . “ Tapi kalau yang dijual secara tradisioal di toko oleh-oleh rata-rata 600 buah per minggu,” kata Cepi.
Umumnya, konsumen atau pelanggan yang membeli sate bandeng ada yang dikonsumsi sendiri, untuk keperluan pesta dan ada pula yang akan dijual kembali. Bagi konsumen yang pesan untuk dikonsumsi sendiri umumnya ingin pesanannya cepat sampai, sehingga kalau lokasinya tak jauh dari Kota Serang, ada karyawan yang mengantarnya. Namun, kalau yang pesan untuk keperluan pesta atau hajatan biasanya 2 -3 hari sebelum hari-H acara sudah melakukan pemesanan.
Sedangkan bagi reseller yang menghendaki harga yang lebih murah, lanjut Cepi, bisa diakali dengan bandeng yang ukurannya lebih kecil. Kalau biasanya, bandeng yang digunakan ukuran 1 Kg 4 ekor, maka bagi pelanggan yang ingin harganya terjangkau, bahan baku sate bandengnya menggunakan bandeng ukuran 1 Kg 5 ekor, dengan harga jual Rp 37.000 per tusuk (buah).
Cara membuat sate bandeng, lanjut Cepi, tidaklah sulit. Prosesnya cukup sederhana. Mula-mula ikan bandeng dibersihkan bagian sisik, insang dan kotorannya dibuang. Kemudian ikan bandeng digemburkan, selanjutnya dilakukan pencabutan duri/tulang dengan cara ekornya dipegangi dan mulutnya ditarik. Setelah itu daging bandeng yang wana putih dikeluarkan. Kulitnya diirit dan dipisahkan dari duri halus dan dagingnya. Setelah dibersihkan, daging yang telah dikelurakn tadi diberi bumbu rempah warisan leluhur dan santan kelapa.
Proses selanjutnya adalah, daging yang telah diberi bumbu dimasukkan lagi ke dalam kulit bandeng. Agar tak lepas, kulit bandeng yang telah diisi daging plus bumbu tadi dicepit dengan pilar bambu (rangkap dua). Kemudian, pilar bambu dikunci dengan pelepah pisang di bagian ujung kepala ikan bandeng, supaya tidak lepas.
Selanjutnya sate bandeng siap dibakar di atas bara arang kayu selama 15 menit. Adonan Jangan lupa, kulit bandeng dilumuri bumbu (sisa dari bumbu daging). Setelah itu, sate bandeng dibakar lagi selama 30 menit. Apabila membuatnya banyak, proses pembakarannya bisa sampai 1 jam lebih.
Selain sate bandeng, Cepi juga mengembangkan usaha olahan sampingan dari bandeng. Diantaranya, olahan krupuk/kuku macan (snack bandeng) yang dijual dengan harga Rp 20.000 per bungkus. Snack bandeng ing produksinya sekitar 1.000 bungkus per hari. Ada juga stake bandeng yang dijual dengan harga Rp 17.000 per bungkus.
Ada juga, sambel bandeng yang dijual dengan harga Rp 27.000 per toples (125 gram). Bahannya 20 kg cabai dicampur dengan 3 kg bandeng kemudian dikasih bumbu dan diolah. Hanya saja, sambel bandeng ini memang produksinya tak terlalu banyak. “ Ada juga abon bandeng yang dijual dengan harga Rp 30.000 per bungkus (100 gram),” pungkasnya. (dar)
Berita Lainnya
-
-
-
Kementan Perkuat Sistem Air dan Pompanisasi di Jawa Barat
30 Mar 2026, 03:56 WIB
-
Perkuat Peternak Rakyat, Kementan Percepatan Hilirisasi Ayam Terintegrasi
28 Mar 2026, 06:28 WIB
-
-
-
Berita Populer