• Home
  • Laut dan Ikan

Sate Bandeng Kang Cepi, Olahan Khas Kota Serang

12 Mei 2025, 07:12 WIB | Indarto

Sate Bandeng Kang Cepi | Dok. Istimewa

AGROMILENIAL.COM, Jakarta --- Ikan bandeng atau fish milk hampir bisa dipastikan sudah banyak dikenal masyarakat luas. Olahan bandeng seperti bandeng presto ataupun bandeng tanpa duri, barangkali juga sudah dikenal masyarakat. Namun, tahukah Anda, bandeng pun bisa dijadikan sate. Rasanya juga tak kalah lezat dengan sate ayam, sate kambing ataupun sate sapi. Kuliner berupa sate bandeng bisa ditemukan di Kota Serang, Provinsi Banten. Layaknya sate pada umumnya, olahan sate bandeng tersebut disajikan dengan cara dibakar.

Baca Juga :

Owner Sate Bandeng Kang Cepi, Cepi Awaludin mengaku, sate bandeng merupakan  olahan khas Kota Serang, Provinsi Banten yang resepnya turun-temurun dari leluhur. Sate bandeng dengan brand Sate Bandeng Kang Cepi yang dikembangkan sejak tahun  2002 silam.  Sate Bandeng Kang Cepi ini dibanrol dengan harga Rp 42.000 per buah. 

Menurutnya, produksi  sempat melejit hingga 19 - 50 kg/hari.  “ Namun, pasca covid 19, produksinya rata-rata 30-35 kg/hari,” ujar Cepi, di Jakarta, belum lama ini

Sate bandeng ini bisa dimanfaatkan sebagai lauk yang rasanya sangat enak. Boleh pakai sayur atau soto, bahkan  bisa langsung dikonsumsi dengan nasi hangat. Sate bandneg tersebut selain dijual di sejumlah toko oleh-oleh,  juga bisa didapatkan melalui e-commerce seperti shopee, go food, grab food, IG, gogle dan sejumkah platform digital lainnya. Sehingga, penjualan sata bandeng tak hanya terbatas di Serang dan sekitaranya,  tapi sudah meluas sampai ke Kendari, Makassar dan sejumlah kota-kota lainnya di tanah air.  

Meski bisa dikirim langsung melalui paket, apabila ada konsumen yang memesan sata bendeng, ia akan bertanya terlebih dahulu, keperluannya untuk apa. Hal ini dilakukan untuk antisipasi agar sate bandeng yang dikirim ke konsumen tak terlambat sampai ke tujuan.

Cepi mengatakan, yang pesan melalui e-commerce relatif  banyak . “ Tapi kalau yang dijual secara tradisioal di toko oleh-oleh rata-rata 600 buah per minggu,” kata Cepi.

Umumnya, konsumen atau pelanggan yang membeli sate bandeng ada yang dikonsumsi sendiri, untuk keperluan pesta dan ada pula yang akan dijual kembali. Bagi konsumen yang pesan untuk dikonsumsi sendiri umumnya ingin pesanannya cepat sampai, sehingga kalau lokasinya tak jauh dari Kota Serang, ada karyawan yang mengantarnya. Namun, kalau yang pesan untuk keperluan pesta atau hajatan biasanya 2 -3 hari sebelum hari-H acara sudah melakukan pemesanan.

Sedangkan bagi reseller yang menghendaki  harga yang lebih murah,  lanjut Cepi, bisa diakali dengan bandeng yang ukurannya lebih kecil. Kalau biasanya, bandeng yang digunakan ukuran 1 Kg 4 ekor, maka bagi pelanggan yang ingin harganya terjangkau, bahan baku sate bandengnya menggunakan bandeng ukuran 1 Kg 5 ekor, dengan harga jual Rp 37.000 per tusuk (buah).

Cara membuat sate bandeng, lanjut Cepi, tidaklah sulit. Prosesnya cukup sederhana. Mula-mula ikan bandeng dibersihkan bagian sisik, insang dan kotorannya dibuang. Kemudian ikan bandeng digemburkan, selanjutnya  dilakukan pencabutan duri/tulang dengan cara ekornya dipegangi dan mulutnya ditarik.  Setelah itu daging bandeng yang wana putih dikeluarkan. Kulitnya diirit  dan dipisahkan dari duri halus dan dagingnya. Setelah  dibersihkan,  daging yang telah dikelurakn tadi  diberi bumbu rempah warisan leluhur dan santan kelapa.

Proses selanjutnya adalah, daging yang telah diberi bumbu dimasukkan lagi ke dalam kulit bandeng. Agar tak lepas, kulit bandeng yang telah diisi daging plus bumbu tadi dicepit dengan pilar bambu (rangkap dua). Kemudian, pilar bambu dikunci dengan pelepah pisang di bagian ujung kepala ikan bandeng, supaya tidak lepas.

Selanjutnya sate bandeng siap dibakar di atas bara arang kayu selama 15 menit.  Adonan Jangan lupa, kulit bandeng dilumuri bumbu (sisa dari bumbu daging). Setelah itu,   sate bandeng dibakar lagi selama 30 menit. Apabila membuatnya banyak, proses pembakarannya  bisa sampai 1 jam lebih.

Selain sate bandeng, Cepi juga mengembangkan usaha olahan sampingan dari bandeng. Diantaranya,  olahan  krupuk/kuku macan (snack bandeng) yang dijual dengan harga Rp 20.000 per bungkus. Snack bandeng ing produksinya sekitar 1.000 bungkus per hari.  Ada juga stake bandeng yang dijual dengan harga  Rp 17.000  per bungkus. 

Ada juga, sambel bandeng yang dijual dengan harga Rp 27.000 per toples (125 gram). Bahannya 20 kg cabai dicampur dengan  3 kg bandeng kemudian dikasih bumbu dan diolah. Hanya saja, sambel bandeng ini memang produksinya tak terlalu banyak. “ Ada juga abon bandeng yang dijual dengan harga Rp 30.000 per bungkus (100 gram),” pungkasnya. (dar)