• Home
  • Prasarana dan Sarana

Pompanisasi di Jateng untuk Antisipasi Cuaca Ekstrem

06 Jul 2024, 17:14 WIB | Indarto

Pompanisasi di Jateng untuk antisipasi kemarau panjang | Dok. Humas Kementan

AGROMILENIAL.COM, Semarang ---Pompanisasi yang digagas Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman sebagai upaya mengoptimalkan sumber air dalam rangka menghadapi fenomena El Nino dan musim kemarau yang berkepanjangan. Program pompanisasi melibatkan banyak pihak. Hal ini bertujuan untuk memastikan produksi padi tetap aman dan kebutuhan pangan masyarakat tercukupi meskipun menghadapi tantangan cuaca ekstrem.

Baca Juga :

"Saya percaya betul sama para Kepala Dinas dan para Dandim, Danrem seluruh Jawa Tengah, kerjasama yang solid ini membuahkan sesuatu yang cukup baik, cukup signifikan dalam perluasan areal tanam (PAT) untuk wilayah Jawa Tengah. Alhamdulillah, tadi pagi kita sudah mencapai lebih dari 100.000 hektare, dan satu-satunya sudah melebihi 3 digit ya untuk di Jawa Tengah," kata  Plt. Sekretaris Jenderal Kementerian Pertanian, Prihasto Setyanto dalam keterangan pers, di Semarang, Sabtu (6/7).

Menurut Prihasto, koordinasi  antara pemerintah pusat, pemerintah daerah dan TNI menjadi modal utama sehingga dengan kerjasama tersebut, tantangan dan kendala di lapangan bisa diselesaikan walaupun ia akui memang ada beberapa permasalahan yang muncul di lapangan yang harus segera mendapatkan penanganan.

"Tapi secara umum kita bisa menghandlenya itu dengan baik melalui rapat-rapat koordinasi seperti ini,  kita juga selalu berkomunikasi setiap hari di grup, kita punya grup yang setiap hari terlaporkan situasi-kondisi seperti apa, perkembangan yang ada di Jawa Tengah,” paparnya.

Pompanisasi dirancang untuk mengatasi masalah kekeringan yang tengah dihadapi sektor pertanian. Berkat pompanisasi, para petani dapat memanfaatkan sumber air yang tersedia secara optimal, sehingga produksi padi tetap stabil bahkan bisa dinaikkan

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Dan Perkebunan Provinsi Jawa Tengah Supriyanto menjelaskan bahwa di wilayahnya sudah teralokasi pompa sebanyak 4.340 unit.

"Pompa yang sudah dimanfaatkan, maksud saya sudah sampai lapangan dan sudah untuk narik air itu 325 unit, yang sisanya distribusikan dalam proses. Prosesnya apa?. Ada yang pengirimannya di minggu keempat bulan Juni, artinya baru datang kan kita harus berproses. Itu yang pompa. Terus yang irigasi perpompaan itu ada 894 unit," katanya.

Dijelaskan Prihasto, Pemerintah sudah melakukan upaya untuk melakukan percepatan dan penambahan areal tanam. 

Kementan sudah melakukan refocusing anggaran. “Kementan sudah mendapatkan ABT untuk perpompaan dan nambah lagi untuk  Jawa Tengah ada 7.000 lebih pompa, irigasi perpompaan, irigasi perpipaan, pompa sedang sama pompa kecil, totalnya lebih dari 7.000 unit yang akan ditambah untuk Jawa Tengah dan tentunya ini akan memberikan kontribusi yang signifikan, yang sangat signifikan untuk bisa mencapai yang 159.000 hektare target itu. Insya Allah itu bisa dicapai,”  katanya.

Selain di Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Semarang, Prihasto Setyanto juga mengunjungi beberapa titik lokasi pompanisasi di Kabupaten Magelang dan Purworejo. Ia dan jajarannya di Kementan bersama TNI dan pemerintah daerah harus memastikan pompanisasi berjalan sesuai arahan Presiden Joko Widodo dan Menteri Amran Sulaiman. (tor)