• Home
  • Saprodi

Sudradjat Yusuf Kembali Pimpin Crop Care Indonesia

20 Mar 2023, 05:20 WIB | Indarto

Sudradjat Yusuf (tengah) terpilih kembali pada Mubes Crop Care 2023 di Ciawi, Bogor | Dok. Istimewa

AGROMILENIAL.COM, Bogor---  Asosiasi Crop Care Indonesia melakukan Musyawarah Besar (Mubes) tahun 2023 di Hotel Pullman Ciawi, Bogor, Rabu (15/3) lalu. Mubes tahun 2023 bertema “ Bersama Menguatkan Pelaku Industri Agrokimia Dalam Mendukung Pencapaian Ketahanan Pangan Nasional”, yang dihadiri para anggota  asosiasi tersebut akan melakukan pemilihan Ketua Umum masa bakti 2023-2027. Mubes Asosiasi Crop Care Indonesia diharapkan berjalan lancar sesuai dengan amanah organisasi yang mengacu pada anggaran dasar dan anggaran rumah tangga.

Baca Juga :

Ketua Umum Asosiasi  Crop Care Indonesia periode 2020-2023, Sudradjat Yusuf dalam sambutannya mengatakan,  Asosiasi Crop Care Indonesia ( Crop Care) berharap agar Mubes Crop Care tahun 2023 berjalan dengan lancar.  Dalam laporannya, Sudradjat menyebutkan perkembangan dan pencapaian organisasi 2020-2023 yang sangat signifikan.

“ Bahkan, hampir semua program kerja yang direncanakan bisa terlaksana dengan baik dan sukses,” ujar Sudradjat.

photoPengurus dan peserta Mubes 2023 Crop Care foto bersama - (Dok. Indarto)

Sudradjat juga memaparkan rancangan program kerja 2023-2027 sebagai acuan kepengurusan Crop Care  periode selanjutnya.

Dalam pemilihan Ketua Umum  Crop Care  masa bakti tahun 2023-2027 (sesuai revisi AD ART bahwa  masa jabatan Ketua Umum menjadi 4 tahun) akhirnya,  Sudradjat Yusuf terpilih kembali menjadi Ketua Umum dengan wakil  Final Prajnanta.

 Pada pidato terpilihnya Ketua Umum, Sudradjat Yusuf mengajukan untuk penyesuaian visi  Crop Care agar bisa sejalan dengan perkembangan dunia pertanian saat ini dan kedepannya

Dalam acara tersebut juga dihadiri Pejabat Fungsional Pembina Industri, Tri Ligayanti mewakili Direktut Industri Kimia Hulu dan Pejabat Fungsional Koordinator Kelompok Pestisida, Lolita Tasik Taparan, mewakili Direktur Pupuk dan Pestisida.

Topang Ketahanan Pangan

Tri Ligayanti dalam sambutanya mengatakan, agroindustri saat ini berhadapan dengan berbagai tantangan, dan peran ACCI ke depan mampu menopang ketahanan pangan. “Karena itu, agro industri yang tergabung dalam ACCI juga konsen terhadap ketahanan pangan,” katanya.

Menurut Tri, saat ini hanya pupuk Urea dan NPK yang subsidi. Kendati begitu, agro industri masih memiliki market di luar pupuk non subsidi untuk mendukung ketahanan pangan. “Pupuk , pestisida dua hal yang penting bagi petani untuk meningkatkan produksi pangan. Selain perubahan iklim, masalah pangan ini kerap kali menjadi pemicu inflasi,” ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, Lolita Tasik Taparan mengatakan, agro industri memiliki peran besar dalam menyediakan sarana dan prasarana pertanian, khususnya dalam menyediakan pupuk dan pestisida yang penggunaanya meningkat tiap tahun. “ Di tengah keterbatasan teknologi dan investasi, agro industri dituntut untuk  mendorong peningkatan produktivitas pertanian,” ujarnya.

Menurut Lolita, pestisida masih menjadi pilihan petani untuk mengantisipasi, penyakit dan gulma. “ Penggunaan pestisida harus bijak, kalau tidak bijak akan menimbulkan pencemaran lingkungan atau resisten terhadap lingkungan. Untuk meminimalkan dampak, kami akan mengevaluasi sejumlah pendaftaran izin percobaan,” kata Lolita.  (dar)